Kamis, 21 Agustus 2014

Let's Not || Cerpen

Title : Let's Not
Author : Bella Monica Ratu
Warning : Romance, Hurt, Diadaptasi dari lagu, abal, mungkin alurnya pasaran.
THIS STORY IS MINE!!


Aku berjalan menuju bandara. Sekali lagi aku menoleh kebelakang. Dalam hati, aku ingin menolak ini semua. Namun, apa yang kubisa? Aku hanya seorang pengecut. Tolong mengertilah.
…..
“Yui” Aku menghampiri Yui, kekasihku selama lima tahun ini. Dia tersenyum bahagia melihatku datang. Tolong, jangan tersenyum seperti itu Yui. Kau membuatku semakin tak tega untuk melakukan ini.
“Nathan, lama sekali” keluhnya saat aku duduk disampingnya. Dia memeluk lenganku dengan erat.
“Yui” panggilku lirih. Oh Tuhan! Aku tak sanggup mengatakan ini semua. Aku mencintainya, sangat mencintainya kenapa harus seperti ini. “Ada yang harus kita bicarakan” lirihku lagi. Dia melepas pelukannya dan menatapku penuh. Tuhan, kuatkan aku kali ini.
“Sepertinya, kita cukup sampai disini saja” aku mengatakan itu dengan pelan. Dia memandangku, matanya berkaca-kaca. “Apa maksudmu?” tangisnya pecah sudah. “Maafkan aku, Yui. Aku mencintaimu, selalu. Selamat tinggal” Aku berlalu dari hadapannya. Maafkan aku Yui, aku memang pengecut. Aku terlalu takut untuk mengambil resiko. Kuhapus kasar air mataku. Berlalu pergi tanpa menoleh kepadanya yang sudah terisak itu.
……
Tolong Yui. Jangan mencintai orang seperti aku lagi. Hiduplah dengan orang yang mencintaimu. Jangan hiraukan aku. Tolong. Air mataku jatuh saat aku duduk di pesawat ini. Aku menoleh ke bandara. Maafkan aku, Yui. Dan pesawat menuju Paris ini lepas landas.
***
Aku duduk termangu dikursi taman. Kursi yang menjadi saksi bisu perpisahanku dengan Nathan. Surat terakhir dari Nathan hanya berisikan salam perpisahan dan memintaku mencari penggantinya. Aku menutup wajahku, isakan mulai terdengar lirih. Apa yang sedang kau lakukan Nathan? Mengapa kau melakukan ini semua padaku? Kau pengecut Nathan! Aku membencimu! Ya, setidaknya itu lebih baik.
….
Aku memegang surat berasal dari Nathan. Suaraku hilang tiba-tiba, seperti ditelan bumi. Air mataku berjatuhan tetes demi tetes. Hampir saja aku jatuh jika tidak ada yang menopangku. Aku memalingkan wajahku pada Ichi, kekasih baruku. Kupeluk tubuhnya dan menangis kencang didadanya. “hiks.. Nathan..” isakku kencang. Ichi hanya dapat mengelus kepalaku lembut. “sstt.. Ada aku disini. Tolong, lepaskan dia” bisiknya lirih ditelingaku. Aku mengeratkan pelukanku dan memberikan surat dari Nathan ke Ichi.
To: Yui
Wedding invitation on Saturday, 10th May 2014. Hope you will come to our party.
Sincerely, Nathan and Jessica
Ichi kembali memelukku dengan erat. “Tenanglah, kau mau datang?” tanyanya lembut. Aku hanya menggeleng sebagai jawaban. Ichi mengelus punggungku. “Baiklah. Cha! Kau harus makan agar tak sakit”. Ichi menggiringku menuju meja makan untuk makan. Maafkan aku Ichi, aku akan berusaha membuka hatiku untukmu. Aku tersenyum padanya, dia balas tersenyum. Aku harap ini yang terbaik untukku.
----
Tolong bahagialah Yui. Jangan menangisi orang sepertiku lagi. Jangan menyesali kepergianku. Jangan lewatkan cinta yang sudah ada didepanmu. Aku yakin orang itu lebih baik daripada aku. Aku mohon Yui. Nah, mari kita mulai hidup kita masing-masing. Mari kita jangan bertemu lagi. Sekali lagi, aku tak akan pernah melupakanmu, Yui. Aishitemasu. –Nathan, December 12 2011
#*#*#*#*#*
THE END!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar