Title : Let's Not
Author : Bella Monica Ratu
Warning : Romance, Hurt, Diadaptasi dari lagu, abal, mungkin alurnya pasaran.
THIS STORY IS MINE!!
Aku berjalan
menuju bandara. Sekali lagi aku menoleh kebelakang. Dalam hati, aku ingin
menolak ini semua. Namun, apa yang kubisa? Aku hanya seorang pengecut. Tolong
mengertilah.
…..
“Yui” Aku menghampiri Yui, kekasihku selama lima tahun
ini. Dia tersenyum bahagia melihatku datang. Tolong, jangan tersenyum seperti
itu Yui. Kau membuatku semakin tak tega untuk melakukan ini.
“Nathan, lama sekali” keluhnya saat aku duduk
disampingnya. Dia memeluk lenganku dengan erat.
“Yui” panggilku lirih. Oh Tuhan! Aku tak sanggup
mengatakan ini semua. Aku mencintainya, sangat mencintainya kenapa harus
seperti ini. “Ada yang harus kita bicarakan” lirihku lagi. Dia melepas
pelukannya dan menatapku penuh. Tuhan, kuatkan aku kali ini.
“Sepertinya, kita cukup sampai disini saja” aku
mengatakan itu dengan pelan. Dia memandangku, matanya berkaca-kaca. “Apa
maksudmu?” tangisnya pecah sudah. “Maafkan aku, Yui. Aku mencintaimu, selalu.
Selamat tinggal” Aku berlalu dari hadapannya. Maafkan aku Yui, aku memang
pengecut. Aku terlalu takut untuk mengambil resiko. Kuhapus kasar air mataku.
Berlalu pergi tanpa menoleh kepadanya yang sudah terisak itu.
……
Tolong Yui.
Jangan mencintai orang seperti aku lagi. Hiduplah dengan orang yang
mencintaimu. Jangan hiraukan aku. Tolong. Air mataku jatuh saat aku duduk di
pesawat ini. Aku menoleh ke bandara. Maafkan aku, Yui. Dan pesawat menuju Paris
ini lepas landas.
***
Aku duduk
termangu dikursi taman. Kursi yang menjadi saksi bisu perpisahanku dengan
Nathan. Surat terakhir dari Nathan hanya berisikan salam perpisahan dan
memintaku mencari penggantinya. Aku menutup wajahku, isakan mulai terdengar
lirih. Apa yang sedang kau lakukan Nathan? Mengapa kau melakukan ini semua
padaku? Kau pengecut Nathan! Aku membencimu! Ya, setidaknya itu lebih baik.
….
Aku memegang
surat berasal dari Nathan. Suaraku hilang tiba-tiba, seperti ditelan bumi. Air
mataku berjatuhan tetes demi tetes. Hampir saja aku jatuh jika tidak ada yang
menopangku. Aku memalingkan wajahku pada Ichi, kekasih baruku. Kupeluk tubuhnya
dan menangis kencang didadanya. “hiks.. Nathan..” isakku kencang. Ichi hanya
dapat mengelus kepalaku lembut. “sstt.. Ada aku disini. Tolong, lepaskan dia”
bisiknya lirih ditelingaku. Aku mengeratkan pelukanku dan memberikan surat dari
Nathan ke Ichi.
To: Yui
Wedding invitation on Saturday, 10th May
2014. Hope you will come to our party.
Sincerely, Nathan and Jessica
Ichi kembali
memelukku dengan erat. “Tenanglah, kau mau datang?” tanyanya lembut. Aku hanya
menggeleng sebagai jawaban. Ichi mengelus punggungku. “Baiklah. Cha! Kau harus
makan agar tak sakit”. Ichi menggiringku menuju meja makan untuk makan. Maafkan
aku Ichi, aku akan berusaha membuka hatiku untukmu. Aku tersenyum padanya, dia
balas tersenyum. Aku harap ini yang terbaik untukku.
----
Tolong bahagialah Yui.
Jangan menangisi orang sepertiku lagi. Jangan menyesali kepergianku. Jangan
lewatkan cinta yang sudah ada didepanmu. Aku yakin orang itu lebih baik
daripada aku. Aku mohon Yui. Nah, mari kita mulai hidup kita masing-masing. Mari
kita jangan bertemu lagi. Sekali lagi, aku tak akan pernah melupakanmu, Yui.
Aishitemasu. –Nathan, December 12 2011
#*#*#*#*#*
THE END!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar