Kamis, 16 Oktober 2014

VIXX - Error || Lyric

eojjeol su eobseoseo beoryeosseo
modeun gamjeongeul jiwosseo
neol aesseo jiul su eobseoseo (Let me free)
nae mami ansseureowoseo (Let me breathe)
idaero salmyeon dwae sum swimyeon dwae
saraitgiman hamyeon dwae wae andwae
naega gwaenchantaneunde (Let me free)
naega ige deo naeunde (Let me breathe)
kallal gateun ne mare
beilkka duryeowosseo nan
sum swigo babeul meongneun
chaero geunyang beotigiman hae
naneun bigeophaesseo beotigo sipeosseo
nae sone nae gaseumeul jwigo
nareul wihaneun sarmeul seontaekhaesseo nan
nareul nochigi sirheo
nareul deo mangchigi sirheo
kkeutnado kkeutnaji annneun gieoge
igil jasini nan eobseo
sarang gateun geon gyeolguk
han saramegen geojitmal
ijen neol itneun nareul jikyeobwa
du nun ttokbaro tteugoseo
neon jeoldae nal itji ma
neon nareul jiuji ma
simjangeul jeolttukgeorida i girui kkeuteun yeogiya
rago danjeong jitgo sum han mogeum
deuriswigo naseoneun gipeun hansumeul naeswimyeo
gaseume geunyeoreul da jjijeo
sori eomneun bimyeongeul jireudaga
irijeori tteodanineun jansangeul jiwo
namainneun chueokdeureul haneul wiro bultaewo burn
nareul nochigi sirheo
nareul deo mangchigi sirheo
kkeutnado kkeutnaji annneun gieoge
igil jasini nan eobseo
sarang gateun geon gyeolguk
han saramegen geojitmal
ijen neol itneun nareul jikyeobwa
du nun ttokbaro tteugoseo
neon jeoldae nal itji ma
neol dasi mannasseo ureosseo
mwonga jalmotdwae beoryeosseo
gaseumi gieokhago isseo (Let me free)
jeonbu geudaeroyeosseo (Let me breathe)
deo pihal gosi eobseo neoreul
neoreul jabeumyeon apeun
nohado deo apeun nareul
kkumsogui kkumboda gipeun igoseul
beoseonal jasini eobseo
itneundaneun geon jeonbu
namgyeojin naui geojitmal
gaseume dasi beonjineun eolgul
jeonboda apeun geot gata
deo geuriun geot gata
deo haeroun geot gata

Minggu, 28 September 2014

2pm Go Crazy || Lyric

ani michingeo aniya geumyoil bami doenikka
yeoldusi ga doedo na jam mot jagesseo da nal boreunikka
ani michingeo aniya bamiya bami aniya
gilgeori buteo keuleobe sesange modu yeojadeuriya
kkeullineun neoui hyanggie neoui momjise
geureon nunbiche na micheoboryeo
kwitgaye soksagyeojwo neoui moksorie
sumsorineun geochireojyeoga ha ha michingeo aniya, oneul bam
michiryeogo jakjeonghan nomdeuriya
onuelman michidorok dallijan mariya michingeo aniya michin saramdeul (Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!) Go Crazy!
michin saramdeul (Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!) Go Crazy!
ani michingeo aniya ajikdo kkeutji aniya
ijasik icha gajago dallyeoboja nallido aniya
ani michingeo aniya ajik saramdeuri da
dadeul modu moyeo hanadwieo michyeoganikka
Everybody just drop it like it's hot
hamkke hana jeulgowojijanha
aju eojireoun mongronghameseo
beoseonagin neomu ireujanha
cheongchuneun jeormeumui bok
gochungeun jeormeumui dok
naeireun eobseo No day, but today
michingeo aniya, oneul bam
michiryeogo jakjeonghan nomdeuriya
onuelman michidorok dallijan mariya michingeo aniya michin saramdeul (Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!) Go Crazy!
michin saramdeul (Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!) Go Crazy!
jeo saramdeurui sonjit
geu jeormeun sogui oechim
nae gaseum jeomjeom deo tteugeowo
Going crazy baby
Clap your hands everybody
Everybody gettin' all crazy
Clap your hands everybody
Everybody gettin' all crazy
(Everybody knows it)
Clap your hands everybody
Everybody gettin' all crazy
(You can't stop it baby)
Clap your hands everybody
Everybody gettin' all crazy
ani michingeo aniya, oneul bam
michiryeogo jakjeonghan nomdeuriya
onuelman michidorok dallijan mariya michingeo aniya michin saramdeul (Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!) Go Crazy!
michin saramdeul (Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!)
Go Crazy! (Go Crazy!) Go Crazy!

Kamis, 25 September 2014

Lee Hi - Special (feat. Jenny Kim) || Lyric

Heartbeat. beat. beat. Ooh ooh ooh ooh.
Heartbeat. beat. be-e-e-eat. Ooh ooh ooh ooh.
Heartbeat. beat. beat. Ooh ooh ooh ooh.
Heartbeat. beat. beat. Ooh ooh ooh ooh.
saranghan geon matneunji.
geujeo gin jeonjaengeul han geon aninji.
eongkin gieoge utdaga… unda.
geu nuguwaui johatdeon gieog boda
neowa hamkke himdeureotdeon
sigani deo geuriwo.
wonhaeseo alhgo isseo.
sarangeun apahaetdeon
mankeum sarangin geosiramyeon
neon naege dasin eobseul sarang.
ireohge haeseorado
sangcheoga doe eoseorado
nae ane jari jaba jwoseo gomawo.
You are, you are, you a-are
you are, you are, you a-are
so special to me.
You are, you are, you a-are
you are, you are, you a-are
so special to me.
ige ibyeorin gabwa (we died).
ige miryeonin gabwa
saranggwa jibchag boda
doghan byeongin gabwa.
meong cheoreom beonji daga kkae kkeuti
sarajil geotman gatdeon neon
yeong wonhi nawa hamkke jaragal
gipeun hyung teoin gabwa.
nae nunmul soge nega sumeul
swin damyeon mareuji anhge
ajigdo nae sangcheo soge nega
kkumteul georindamyeon amulji anhge
halkke. apado neomyeon dwae.
seulpeun gieogirado naekkeomyeon dwae.
haengbogi ani deorado
burhaengi deorado nega
naege jun georamyeon
seonmuril tenikka, gomawo.
jug dorog miwodo gomawo.
tto sarang hago sangcheo
badado duryeob jianha.
neo mankeum nal apeuge hal
sun eobseu nikka. No, no, no.
sojunghan neo, neo, neo.
sarangeun himdeureotdeon
mankeum sarangin geosi ramyeon
neon naege dasin eobseul sarang.
ireohge hae seorado
huhoega doe eoseorado
nae ane nama isseo jwoseo gomawo.
You are, you are, you a-are
you are, you are, you a-are
so special to me.
(First you made my heart beat.
Then you beat my heart.)
You are, you are, you a-are
you are, you are, you a-are
so special to me.
(First you made my heart beat).
Heartbeat. beat. beat. Ooh ooh ooh ooh.
Heartbeat. beat. be-e-e-eat. Ooh ooh ooh ooh.
Heartbeat. beat. beat. Ooh ooh ooh ooh.
Heartbeat. beat. beat. Ooh ooh ooh ooh.

Selasa, 09 September 2014

Sacrecrow || Cerpen

Title : Scarecrow
Author : Bella Monica Ratu
Genre : Hurt, Little Romance, Pasaran, Terinspirasi dari lagu
THIS STORY IS MINE!!

I'm like scarecrow who stands alone even after everyone leaves.

*******

Langit sore yang cerah. Aku mencoba menulikan telingaku dari apa saja yg mereka bincangkan.
"Kau tau Yui? Nathan sudah punya tunangan" Kata salahsatu temanku. Hah~ aku hanya dapat menghela nafas dan meninggalkan mereka.
'Apa kau tau, Yui? Kata orang setelah berjalan satu tahun perasaan orang akan berubah. Kau percaya?' Aku menggelengkan kepalaku saat teringat kata-kata itu.
Setahun sudah berlalu dari kejadian itu. Mereka berkata jika kau jauh dariku tak akan ada lagi rasa sakit. Aku mengerti diriku sangat baik, sangat baik hingga aku yakin semuanya takkan berubah.
Banyak yang mengira aku sudah melupakanmu. Bahkan mungkin kau juga berpikir bahwa aku telah melupakanmu. Tetapi kenyataannya aku tidak bisa melupakanmu.
Seperti aku berdiri sendirian di tempat yang luas. Sedikit demi sedikit, aku tidak berani melihat kedepan di diriku. Kegelapan ini menghantuiku membuatku lebih dan lebih takut lagi akan kesendirian.
Ketika aku membuka mataku sedikit demi sedikit, aku mengerjapkan mataku berulang kali. Terlihat seperti gambar mu yang menjauh dari jangkauanku. Aku berdoa bahwa kau akan kembali lagi, disampingku.

Aku seperti orang-orangan sawah yang berdiri sendirian.

------ The End -------

Kamis, 21 Agustus 2014

Let's Not || Cerpen

Title : Let's Not
Author : Bella Monica Ratu
Warning : Romance, Hurt, Diadaptasi dari lagu, abal, mungkin alurnya pasaran.
THIS STORY IS MINE!!


Aku berjalan menuju bandara. Sekali lagi aku menoleh kebelakang. Dalam hati, aku ingin menolak ini semua. Namun, apa yang kubisa? Aku hanya seorang pengecut. Tolong mengertilah.
…..
“Yui” Aku menghampiri Yui, kekasihku selama lima tahun ini. Dia tersenyum bahagia melihatku datang. Tolong, jangan tersenyum seperti itu Yui. Kau membuatku semakin tak tega untuk melakukan ini.
“Nathan, lama sekali” keluhnya saat aku duduk disampingnya. Dia memeluk lenganku dengan erat.
“Yui” panggilku lirih. Oh Tuhan! Aku tak sanggup mengatakan ini semua. Aku mencintainya, sangat mencintainya kenapa harus seperti ini. “Ada yang harus kita bicarakan” lirihku lagi. Dia melepas pelukannya dan menatapku penuh. Tuhan, kuatkan aku kali ini.
“Sepertinya, kita cukup sampai disini saja” aku mengatakan itu dengan pelan. Dia memandangku, matanya berkaca-kaca. “Apa maksudmu?” tangisnya pecah sudah. “Maafkan aku, Yui. Aku mencintaimu, selalu. Selamat tinggal” Aku berlalu dari hadapannya. Maafkan aku Yui, aku memang pengecut. Aku terlalu takut untuk mengambil resiko. Kuhapus kasar air mataku. Berlalu pergi tanpa menoleh kepadanya yang sudah terisak itu.
……
Tolong Yui. Jangan mencintai orang seperti aku lagi. Hiduplah dengan orang yang mencintaimu. Jangan hiraukan aku. Tolong. Air mataku jatuh saat aku duduk di pesawat ini. Aku menoleh ke bandara. Maafkan aku, Yui. Dan pesawat menuju Paris ini lepas landas.
***
Aku duduk termangu dikursi taman. Kursi yang menjadi saksi bisu perpisahanku dengan Nathan. Surat terakhir dari Nathan hanya berisikan salam perpisahan dan memintaku mencari penggantinya. Aku menutup wajahku, isakan mulai terdengar lirih. Apa yang sedang kau lakukan Nathan? Mengapa kau melakukan ini semua padaku? Kau pengecut Nathan! Aku membencimu! Ya, setidaknya itu lebih baik.
….
Aku memegang surat berasal dari Nathan. Suaraku hilang tiba-tiba, seperti ditelan bumi. Air mataku berjatuhan tetes demi tetes. Hampir saja aku jatuh jika tidak ada yang menopangku. Aku memalingkan wajahku pada Ichi, kekasih baruku. Kupeluk tubuhnya dan menangis kencang didadanya. “hiks.. Nathan..” isakku kencang. Ichi hanya dapat mengelus kepalaku lembut. “sstt.. Ada aku disini. Tolong, lepaskan dia” bisiknya lirih ditelingaku. Aku mengeratkan pelukanku dan memberikan surat dari Nathan ke Ichi.
To: Yui
Wedding invitation on Saturday, 10th May 2014. Hope you will come to our party.
Sincerely, Nathan and Jessica
Ichi kembali memelukku dengan erat. “Tenanglah, kau mau datang?” tanyanya lembut. Aku hanya menggeleng sebagai jawaban. Ichi mengelus punggungku. “Baiklah. Cha! Kau harus makan agar tak sakit”. Ichi menggiringku menuju meja makan untuk makan. Maafkan aku Ichi, aku akan berusaha membuka hatiku untukmu. Aku tersenyum padanya, dia balas tersenyum. Aku harap ini yang terbaik untukku.
----
Tolong bahagialah Yui. Jangan menangisi orang sepertiku lagi. Jangan menyesali kepergianku. Jangan lewatkan cinta yang sudah ada didepanmu. Aku yakin orang itu lebih baik daripada aku. Aku mohon Yui. Nah, mari kita mulai hidup kita masing-masing. Mari kita jangan bertemu lagi. Sekali lagi, aku tak akan pernah melupakanmu, Yui. Aishitemasu. –Nathan, December 12 2011
#*#*#*#*#*
THE END!

Rabu, 26 Februari 2014

Anak Baru || cerpen horror




ANAK BARU

Pagi yang cerah, bertepatan di depan kelas 9-1 banyak murid yang berbaris karena bel masuk sudah berbunyi dengan nyaringnya. Mereka pun masuk ke kelas mereka. Bu guru datang dengan seorang perempuan cantik.
“perkenalkan namamu” suruh bu guru.
“Annabel Olla Nathasia” jawab sang murid baru dengan senyuman.
Saat bu guru bertanya-tanya tentang Annabel, dibarisan paling belakang terlihat tiga murid tengah mengamati perempuan tersebut.
“Cantik banget” puji Dhimas, salah satu dari tiga murid itu.
“iya cantik banget dhim, tapi kok wajahnya pucat ya?” bingung Ihsan yang duduk disamping Dhimas
 “mungkin lagi sakit” balas Dhimas acuh.
“iya bener san, kok pucat ya wajahnya” sambung Awin sambil memperhatikan Annabel.
“Silahkan duduk disamping Awin” Suara bu guru membuat mereka melihat si anak baru yang berjalan menuju tempat awin. Si murid baru langsung duduk disamping Awin sambil tersenyum cantik “Hallo, aku Annabel”
“Hallo, aku Awin ini Dhimas sama Ihsan” kenal Awin kepada dua temannya.
“Hallo” sapa ihsan garing. “kamu cantik” puji Dhimas yang membuat Annabel malu. Pelajaran dimulai dengan khidmat. Sesekali empat murid itu melempar ejekan yang membuat mereka tertawa.
Satu minggu sudah Annabel bersekolah di SMP N 15, tepatnya di 9-1. Sudah satu minggu pula ketiga temannya merasakna hal yang aneh, contoh saja mereka berempat sedang berjalan bersama namun tiba-tiba Annabel menghilang dan masih banyak lagi.
Keanehan itu muncul lagi saat mereka bertiga, Awin, Dhimas, dan Ihsan berkumpul di kantin untuk makan. Mereka yang sibuk membicarakan Annabel, tiba-tiba Annabel datang entah dari mana.
“Kalian lagi bicarain aku ya?” Tanya Annabel sambil tersenyum
“iya bicarain kamu cantik” jawab Dhimas sambil tersenyum gila
“halah apaan dhim” sela Awin sambil menyenggol Dhimas
“gak kok, kita lagi bahas pr” balas Ihsan sambil tersenyum
Saat sedang mengobrol tentang pelajaran mereka, tiba-tiba hand phone Awin berbunyi. Awin mengangkat telfon dari Santy, sepupu Awin yang berada di SMP 1. Santy meminta agar Awin dan teman-temannya datang menonton pertandingan futsal di SMP 1.
“ke SMP 1? Ayo dateng aja, lumayan bisa ketemu my princess Santy” balas Ihsan
“heleh, emang Santy mau sama kamu apa?” cela Dhimas
“kamu mau ikut ga? Itukan sekolah kamu dulu iyakan?” Tak mempedulikan Dhimas, lalu bertanya kepada Annabel
“aku gabisa ikut maaf. Permisi” jawab Annabel singkat lalu segera pergi dari tempatnya meninggalkan Awin, Dhimas, dan Ihsan yang kebingungan dengan sikapnya dan berencana untuk bertanya dengan Santy besok minggu.
Minggu pagi SMP 1 sangat ramai karena ada pertandingan futsal antar sekolah yang diadakan di SMP 1. Santy mengajak Awin dan teman-teman untuk duduk dibarisan paling atas agar mudah keluar dari stadion. Setelah berpikir berulang-ulang, Awin akhirnya memberanikan diri bertanya tentang Annabel kepada Santy.
“Annabel? Itukan murid 9-4 yang meninggal 2 minggu lalu gara-gara kecelakaan” jawab Santy dengan serius
“kamu ga bohong kan san?” Awin memastikan pendengarannya agar tak salah dengar, begitupula dengan Dhimas dan Ihsan
“iyalah, ini nyangkut nyawa masa aku bohong. Emang kenapa? Kalian kenal? jasadnya aja belum ditemukan” jawab Santy dengan wajah merinding membuat ketiga sahabat itu saling bertatapan sebelum berpamitan ke toilet.
Saat tiba di toilet mereka langsung membicarakan tentang apa yang mereka dengar. Tiba-tiba dari arah belakang Ihsan, Dhimas melihat Annabel dengan wajah yang lebih pucat dari saat pertama kali bertemu.
“kenapa kamu kaya gini?” Tanya Awin dengan ketakutan
“aku rindu SMP ku” balas Annabel. Awin, Dhimas dan Ihsan menatap tak percaya wajah Annabel yang tiba-tiba berubah mengerikan. Disaat yang sama, Santy datang dengan membawa empat minuman ringan untuk mereka. Santy yang melihat Annabel langsung terkejut karena melihat Annabel yang dikabarkan sudah meninggal dan jasadnya belum ditemukan itu.
Saat sedang terlarut dengan keterkejutannya, Hand phone Santy berdering. Santy dengan segera membuka pesan dan menatap tak percaya layar hand phonenya. “Teman teman  jasad Annabell telah ditemukan, mohon doa teman-teman agar Annabell dapat tenang disisi-Nya” guman Santy dengan suara yang keras.
“Aku harus pergi” lirih Annabel lalu langsung menghilang seiring dengan hembusan angin yang berada disekitar mereka.
“semoga tenang disana” ucap Santy sambil melanbaikan tangan.
“aku masih merinding dengan apa yang terjadi” ucap Ihsan pelan
“jadi benar dugaanku kan san” tuding Dhimas yang hanya dibalas dengan anggukan malas dari Ihsan.
Akhirnya mereka kembali menonton pertandingan futsal dengan seru dan setuju untuk menjadikan kejadian ini sebagai pengalaman yang tak pernah terlupakan.